Introduction ! | #01

THE SOLEMN THINKER

Hananta Axel
Nanta / xl

FC : Natsuki Seba
(Sakamoto Days)

ⓘ ABOUT HIM

Indonesian, was born in Jakarta, DOB : 5 February 2005, Aquarius, Ambivert, Homosexual, an Architecture Student, also known as young tattoo artist.


👤 HIS APPEARANCE
Height: 176 cm | Weight: 67 kg | Hair Color: Dark blue | Eye Color: Black | Skin Color: Fair
⤹ TOP THINGS IN HIS LIFE
▸ His mom ▸Tattooing                         ▸ His hope  ▸ Ayam geprek

U Found Me ! | #02

THE SOLEMN THINKER

Hananta Axel
Nanta / xl

FC : Natsuki Seba
(Sakamoto Days)

ⓘ ABOUT HIM

Indonesian, was born in Jakarta, DOB : 5 February 2005, Aquarius, Ambivert, Homosexual, an Architecture Student, also known as young tattoo artist.


💭 TRIVIA !

▸ Energy drink 24/7.
▸ His sleep schedule is his disaster.
▸ Spicy foods are his heaven.
▸ clean freak person.
▸ He keeps a gecko named Mbud
▸ Overthinking is his another favorite meal.
▸Perfume collector.
▸ PAS KECIL BANDEL BENER, UDAH GEDE MASIH ADA SISA BANDELNYA.


"Find then Chase those hopes."
-xl.


solemnthinker, 2O25

👥 HIS PERSONALITY

Good side ! ;
Realistis, hard-worker, berambisi positif, mudah berbaur, loyal, bisa diandalkan.


Bad side ! ;
Sering memprioritaskan orang lain dibandikan diri sendiri, a stubborn head, kadang emosian, capek sama kelakuan orang-orang unik.


👣 HIS LITTLE JOURNEY

Hananta Axel, telah terlahir sebagai anak tunggal dalam keadaan tidak memiliki sosok Ayah dan tumbuh besar bersama sosok ibunya seorang hingga sekarang. Kekurangan sosok yang lengkap dalam keluarganya tidak membuat perkembangannya terhambat, justru membuatnya menjadi pribadi yang lebih kuat.Sedari kecil, Hananta menyukai menggambar dan selalu berharap bahwa ia bisa menyimpan sebuah gambar dalam dirinya untuk jangka waktu yang panjang. Terdengar konyol, namun berawal dari ia yang suka membeli cemilan berhadiah tato di dalamnya ia menemukan harapannya dari sini yang membuat dirinya menjadi seorang tattoo artist sekarang sekaligus hobinya juga menjadikan dirinya sebagai mahasiswa arsitektur sebuah universitas di Jakarta. Karena harapannya, ia bisa menyimpan sebuah gambar di tempat manapun ia suka (re: tubuh, kertas, dan juga kanvas.)Tentu saja untuk mendapatkan ini semua membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit. Semasa sekolah saja Hananta sudah mencari pekerjaan sambilan yang sekiranya bisa ia kerjakan sebagai tabungan untuk masa kuliahnya nanti. Karena ia sadar sepenuhnya, ibunya merawat juga mencari nafkah itu dirasa sangat berat. Setidaknya ia bisa merasakan lelah ibunya juga yang tengah mencari sepeser uang. Tidak sekali dua kali juga pekerjaannya sekarang dipandang sebelah mata dikarenakan umurnya yang tergolong muda sebagai tattoo artist, kembali lagi karena harapan semasa kecilnya ia menghiraukan pandangan jelek di 'luar' sana.Sekarang ia memiliki kehidupan yang sangat layak bersama seorang ibunya dan meringankan beban sang ibu untuk tidak bekerja sepenuhnya. Pekerjaannya ini membuat kehidupan di kampusnya menjadi sosok mahasiswa 'kupu-kupu', tapi bukan berarti ia tidak bergaul dengan rekan-rekannya. Dikala ia memiliki waktu luang, ia suka mengajak rekannya untuk mengerjakan tugas bersama ataupun sekedar nongkrong biasa.Baik di kehidupan sekolah maupun universitasnya sekarang, Hananta selalu dipandang sosok 'Abang' oleh rekan-rekannya dikarenakan sifatnya yang sangat peduli sekaligus mandiri. Sehingga banyak orang yang nyaman di dekatnya, dan ia senang akan hal itu. Dikarenakan ia berusaha menjadi sosok 'Abang' yang tidak pernah hadir dalam kehidupannya, maka ia bersikeras untuk menjadi sosok 'Abang' tersebut. Setidaknya ia bisa menjadi tempat nyaman bagi orang sekitarnya.Why is he called the solemn thinker?
Cukup. Tidak perlu kalian mengetahui bagian kelam dari dirinya. Cukup kalian ketahui dirinya sekarang tanpa mengulik bagian yang tidak mau ia ungkit kembali.